Pentingnya OSS untuk Pelaku Bisnis

Pentingnya OSS untuk Pelaku Bisnis

Pentingnya OSS untuk Pelaku Bisnis

Meningkatnya ekonomi di Indonesia tidak lepas dari peran para pebisnis. Belakangan ini, ada banyak orang yang mulai merintis bisnis sendiri daripada melamar pekerjaan di suatu perusahaan tertentu.

Hal ini membuat semakin banyaknya bisnis-bisnis baru yang bermunculan, baik itu bisnis kecil, menengah, maupun besar. Untuk mendukung perkembangan tersebut, pemerintah memberikan kemudahan bagi para pebisnis untuk mendapatkan izin usahanya.

Pendaftaran agar mendapatkan izin usaha tersebut dapat dilakukan secara daring. Sistem ini disebut dengan Online Single Submission (OSS).

Apakah Itu OSS?

OSS adalah pelayanan perizinan usaha yang terintegrasi secara elektronik. Jadi, begitu usaha Anda terdaftar dalam sistem OSS, maka data usaha Anda akan langsung terintegrasi dengan sistem di lembaga perizinan usaha lainnya, seperti yang mengurus administrasi kependudukan, NPWP, AHU, dan lain sebagainya.

Sistem ini dikelola oleh lembaga OSS milik pemerintah yang non-kementerian. Lembaga OSS adalah bagian dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Apa Beda OSS dengan Izin Usaha Sebelumnya?

Izin usaha yang diterbitkan oleh pemerintah sebelumnya bersifat manual. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi sebelumnya untuk mendapatkan izin usaha, contohnya seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Namun kini, beberapa jenis usaha perdagangan yang dulunya menggunakan SIUP, kini bisa cukup mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diperoleh dengan mendaftar melalui OSS. Dengan adanya sistem OSS, Anda dapat lebih mudah dan cepat mendapatkan izin usaha.

Walau demikian, Anda tetap harus memenuhi kewajiban yang disyaratkan. Jika kewajiban yang disyaratkan (komitmen) sudah terpenuhi, maka izin usaha bisa berlaku efektif.

Komitmen tersebut harus dipenuhi dalam jangka waktu tertentu. Jika tidak dipenuhi, maka Anda akan mendapat peringatan, denda administratif, usaha dihentikan sementara, hingga pencabutan izin usaha.

Dengan kata lain, pemerintah memberikan izin usaha kepada pelaku bisnis hanya dengan bekal kepercayaan bahwa pelaku bisnis dapat memenuhi komitmen yang disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan.

OSS Untuk Bisnis Seperti Apa?

OSS dapat digunakan oleh pelaku bisnis perorangan maupun badan usaha, yaitu usaha mikro, kecil, menengah, dan besar. Intinya segala usaha yang didirikan di Indonesia, wajib didaftarkan melalui OSS.

Namun ada pula jenis usaha yang perizinannya tidak dijangkau oleh OSS, yaitu usaha dalam sektor keuangan, pertambangan, perumahan, dan usaha perwakilan perusahaan asing.

Apa Manfaat OSS?

Adapun manfaat yang bisa didapatkan oleh pelaku bisnis yang sudah mendaftarkan usahanya secara daring via OSS, yaitu:

  • Mendapatkan identitas usaha yang disebut dengan Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB untuk usaha ini sama halnya dengan KTP untuk warga negara Indonesia. NIB juga berlaku sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Importir (API), dan Akses Kepabeanan.
  • Bisnis baru bisa mulai dijalankan walau prasyarat belum lengkap.
  • Memiliki waktu lebih untuk memenuhi segala komitmen usaha yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan.
  • Dalam masa pemenuhan komitmen, pelaku usaha sudah mendapatkan izin non-efektif yang bisa melindungi usahanya secara hukum.
  • Mendapatkan kemudahan akses untuk mendapatkan izin lain yang diperlukan oleh suatu usaha, seperti izin bangunan, lingkungan, operasional, komersial, dan lainnya.
  • Mendapat bantuan teknis dari pihak yang berwenang apabila ada permasalahan yang mungkin muncul di masa mendatang.
  • Memperoleh informasi tentang fasilitas fiskal yang bisa didapatkan oleh pelaku usaha, tentunya sesuai dengan bidang usaha serta jenis penanaman modal.
  • Mengetahui apakah usaha yang Anda miliki sudah memenuhi standar, komitmen, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Apa Saja Tahapan dalam Mendaftar di OSS?

  • Mendaftarkan usaha melalui situs resmi OSS untuk mendapatkan NIB.
  • Mendapatkan izin dasar dan izin usaha. Jika diperlukan, izin komersial atau operasional juga bisa diterbitkan.
  • Memenuhi komitmen yang telah ditetapkan dan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan. Pemenuhan komitmen juga memiliki batas waktu yang telah ditentukan.
  • Membayar biaya pengurusan izin.

Setelah itu, Anda akan mendapatkan izin usaha yang berlaku non-efektif. Artinya, selama masa tersebut, Anda akan mendapat pengawasan tentang pemenuhan komitmen. Jika semua komitmen sudah dipenuhi, maka izin usaha Anda sudah berlaku efektif.

Karena dilakukan secara online, maka proses pembuatannya juga tidak lama, yaitu sekitar 30 menit, Anda akan mendapatkan NIB. NIB inilah yang bisa digunakan untuk mengurus izin-izin lainnya.

Apa Saja Syarat Mendaftar di OSS?

OSS dibuat untuk memudahkan penerbitan izin usaha, sehingga yang diisi di formulir online setidaknya nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika bisnis Anda berbentuk badan usaha, nama dan NIK yang dimasukkan adalah milik penanggung jawab usaha tersebut.

Untuk badan usaha non-perorangan seperti PT, CV, firma, koperasi, persekutuan perdata, dan yang didirikan oleh yayasan, maka usaha tersebut perlu mendapat pengesahan dahulu dari Kemenkumham. Pengesahan dari Kemenkumham ini bisa diurus melalui AHU online.

Lalu untuk badan usaha yang berbentuk badan hukum milik negara, layanan umum, penyiaran, dan perumahan harus memiliki persiapan dasar hukum. Badan usaha seperti ini memiliki syarat dasar hukum tersendiri untuk membentuk badan usaha.

Bagaimana Untuk Izin Usaha yang Belum Berlaku Efektif?

Sebelum mendaftar, pastikan Anda mengetahui tipe mana yang sesuai dengan bisnis Anda. Hal ini berhubungan dengan komitmen yang nantinya harus dipenuhi, dan juga seberapa cepat izin dapat berlaku efektif. Berikut tipe-tipenya:

  • Tipe 1 adalah izin usaha yang diterbitkan tanpa ada pemenuhan komitmen. Tipe ini sesuai jika bisnis Anda sudah memiliki izin prasarana.
  • Tipe 2 adalah izin usaha yang didapatkan dengan memenuhi persyaratan teknis. Ini sesuai untuk bisnis yang belum terdaftar di Sistem Informasi Perdagangan (Siperdag). Jika evaluasi dari sistem ini lolos, maka izin dalam OSS akan otomatis berlaku efektif.
  • Tipe 3 adalah izin usaha dengan memenuhi persyaratan biaya. Tipe ini dipilih apabila usaha Anda termasuk dalam jenis usaha yang diwajibkan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
  • Tipe 4 adalah gabungan tipe 2 dan 3, sehingga agar izin usaha diterbitkan, Anda perlu memenuhi persyaratan teknis dan biaya.

Maka dari itu, jika Anda ingin izin usaha Anda segera dapat berlaku efektif, maka pastikan segala perizinan prasarana usaha Anda sudah terpenuhi sebelum mendaftar OSS.

Perizinan prasarana adalah izin lokasi, lokasi perairan, lingkungan, serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jika semua ini sudah ada, Anda hanya cukup perlu mengunggah berkas-berkas yang dimiliki saat mendaftarkan usaha melalui OSS.

Sementara untuk jenis usaha yang memerlukan izin dengan pemenuhan teknis dari Siperdag, usahanya melibatkan kegiatan jual-beli barang atau jasa. Dan untuk jenis usaha yang memerlukan izin dengan pemenuhan biaya, biasanya adalah usaha yang memanfaatkan sumber daya alam, dana dari pemerintah, dan kekayaan negara.

Itulah pentingnya OSS untuk pelaku bisnis yang perlu diperhatikan. Bagi Anda yang sedang telah siap untuk mendirikan sebuah usaha, maka jangan lupa untuk mendaftarkannya terlebih dahulu di OSS. Namun, sebelumnya pastikan Anda mengetahui jenis usaha Anda. Hal ini dimaksudkan agar Anda dapat menentukan tipe izin usaha yang sesuai. Semoga sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *